Kamis, 17 Januari 2013

TERIMAKASIH TUHAN KEHIDUPANKU INI


Duguwo News – Tuhan menciptakan Aku di sini, di papua-daerah Meuwodide. Tujuan dari Tuhan bagi Aku adalah untuk bisa melakukan nilai –nilai KEBENARAN HIDUP DARI TUHAN dan menikmatinya dalam kehidupanya sehingga harapan Tuhan sendiri dalam kehidupanku/tindakannya bisa terwujud. Alias, melakukan nilai ketuhanan dalam kehidupanku terhadap alam dan sesama orang  diindikasikan sebagai membuka jalan menuju keselamatan di surga.  Unkgkap dia.
Dengan proses perkembangan kehidupanku, pandangan Tuhan atas penciptaan umat Tuhan terutama Aku, Aku lebih mengadari dan memahaminya. Dengan demikian, se-akan-akan Aku ini selalu bertanya-tanya menangkut hal tersebut di atas. Dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan di benak Aku itulah, yang mendorong Aku untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam tindakanku terhadap pribadi, sesama dan terhadap alamnya. Imbuhnya.
 
Dengan berdsrkan dukungan-dukungan penjelasan sebelum ini, maka setidaknya lebih sedikit penjelasan di bawah ini, Aku akan  menunjukkan tindakan-tindakan realitas dalam kehidupan masyarakat, terutama di sekitar  kehidupan Aku, yang  Aku bisa melakukan sebisanya. Serunya.
Aku hidup di sini bukan hanya karena buah dari arang tuaku, akan tetapi lebih muliah dari itu, warisan sejarah gambaran rupa dari Tuhan melalui arang tuaku.Imbasnya dan selanjutnya.

Aku hidup di sini bukan hanya menghormati orang tuaku dan orang yang kadang dan selalu membantu Aku dalam beban kehidupanku, akan tetapi lebih muliah dari itu, menghormati Tuhan dalam caraku di dalam masyarakat.

Aku hidup di sini bertujuan bukan hanya mengenangkan orang tuaku dengan hidupku-kinikmatan perjuanganku dan se-sama masyarakat di sekitar, akan tetapi lebih muliah dari itu mewujudkan harapan Tuhan atas kehidupanku-cara hidupku.

Untuk mewujudkan hal tersebut di atas, aku hidup di sini bukan hanya  untuk menikmati apa yang Tuhan ciptakan di bumi ini dan menjaganya,serta  merawatnya , akan tetapi lebih muliah dari itu berjuang dalam bidang-bidang kehidupan sesuai kelebihanku.

Aku percaya dan yakin, bawah pekerjaan dalam pendidikan yang aku lalui  ini bukan hanya harapan kecil dari orang tua dan Aku, akan tetapi ini adalah salah satu harapan dari Tuhan atas ciptahanku ini.

Itu sebabnya, lebih konteks bahwa uang bukan merupakan ukuran hidup bahkan barang berharga apapun. Yang penting bagi Aku, harapan Tuhan dan orang Tua serta Aku ini bisa terwujud melalui perjuanganku. Terangnya.

Lebih singkat dari hal tersebut di atas, kehidupanku bukan sia-sia atas ciptaan Tuhan. Harapan Tuhan atas kehidupanku ini, bahwa masa hidupku adalah masa perjuangan bukan untuk hanya se-mata bersenang-senang  dengan ciptaanya dan bukan pula menikmati hanya keindahan yg Tuhan ciptakan. Tandasnya.

Lanjut dia, lebih bernilai dari hal tersebut di atas ini adalah apa yang Tuhan ciptakan di dunia ini, sejatinya bukan aku menjadikan bahan menikmati tetapi barang pelengkap/fasilitas dalam perjuangan hidupku untuk mewujudkan harapan TUHAN.

Salah satu harapan dari TUHAN atas ciptaanku ini bukan berarti  terntu atau tidaknya Aku akan diselamatkan di surga, akan tetapi lebih sederhana dari itu adalah Aku bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk Aku, sesama dan Tuhan, yang Aku dapat melalui proses perjuangan. Harapanya.

Dengan demikian, Aku percaya dan yakin, bahwa kehidupanku ini akan sangat berarti untuk kita semua.
 "Renungan dia".

MENGAKUI KEMERDEKAAN BANGSA PAPUA, WUJUD NILAI KEBENARAN KETUHANAN




Bahasa rakyat papua kepada pemerintah Indonesia dan PBB

Duguwo News -- Kami, orang papua adalah ciptaan Tuhan. Tuhan telah membentukan identitas kami, Beretnik Malanesia di tanah Papua. Supaya kehidupan kami tidak mengalami atau dihalangi kehidupan, dengan sekligus Tuhan melengkapi dengan sumber kehidupan yakni HAK: pikiran dan perasaan di dalam kehidupan manusia, papua. Hak tersebu dijadikan sebagai alat penggerak manusia terutama orang papua untuk menjaga kehidupannya dari malah bahaya dari alam maupun tindakan sosial. Beruntung bagi umat Tuhan di dunia terutama orang papua karena dengan HAK, kami bisa melakukan sesuatu dan atasnya bisa hidup, Ungkapan Mereka, orang papua.

Bangsa Papua telah merdeka sejak tanggal, 1 Desember 1961, yang sekarang berumur 51, yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2012 menuntut Pengakuan Kemerdekaan Bangsa Papua adalah suatu kebenaran mutlak, yang tidak bisa dilawang oleh siapapun,karena itu nilai kebenaran ketuhanan yang tertinggi dari Tuhan (nilai Hak Asasi Manusia, nilai harkat dan martabat sesama bangsa di seluruh dunia, yang sifatnya  yang sejatinya tidak bisa direndahkan hak bangsa tertentu oleh hak bangsa lain secara seenaknya, sebagaimana HAK bangsa papua direndahkan oleh HAK bangsa lain terutama bangsa indonesia), paparnya. 

Lanjut mereka, keinginan mengakuinya bangsa papua yang telah merdeka, bukan karena orang papua tidak mau hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan juga pemerintah Indonesia yang  tidak pernah  mencintai orang papua selama empat puluh limah tahun di bawah pimpinan presiden Seokarno dan Soeharto, alias tidak pernah perhatikanpembangunan diberbagai aspek kehidupan di papua ketimbang daerah lain dalam NKRI. Lagi pula, bukan karena orang papua bermusuh dengan pemerintah Indonesia dan sebaliknya. 

Sambung mereka, kami, orang papua juga ingin mengatakan secara fakta, bahwa kami selalu menuntut pengakuan kemerdekaan bangsa papua yang telah merdeka, bukan karena selalu dieksploitasi Sumber Daya Alam Papua (SDAP) melalui di tempatkan Iperialisme –perusahan Asing milik Amerika bersama para nggotanya di Papua-Timika, yang mana selalu dikuras habis kekayaan alam milik orang papua secara besar-besaran, serta bukan karena Milisteristik di papua, yang mana dalam tuntutan aspek kehidupan apapun bagi orang papua selalu dikendalihkan dengan milliter indonesia di papua untuk mematikan daya kekuatan, membunuh, dan mengiksa/memarginalkan orang papua, yang sejatinya kamipun ingin hidup yang.layak sebagaimana kehidupan yang layak bagi orang di daerah lain dalan NKRI dan bangsa lain di dunia. 

 Syarat-syarat tersebut di atas yang disampaikan, yang bukan alasan bagi bangsa papua untuk  ingin  terlepas dari NKRI, yang tidak mungkin digugat tanpa pengetahuan yang sehat secara bersama, maka bangsa papua dengan pemerintah Indonesia adalah Netral, artinya tidak ada jaringan yang berkontak/berkomunikasi bersama. Tandasnya

 Maka, tuntutan pengakuan bangsa papua yang telah merdeka adalah sesuatu yang mutlak kebenaran. Maka, kebenaran itu tidak bisa di lawang/dikalahkan oleh siapapun karena  kebenaran itu adalah nilai kebenaran Tuhan. Kebenaran itu Tuhan telah memberikan di setiap orang, kelompok, bangsa dan negara. Dalam konteks pembahasan sekarang ini adalah kebenaran dalam suatu bangsa, karena pembahasan ini berbicara menangkut kebangsaan dalam rangka menuntut pengakuan kemerdekaan bangsa papua yang telah mereka menuntut kebenaran, yang diberikan Tuhan, paparnnya.


Imbuhnya, kebenaran dari Tuhan dalam konteks kebangsaan adalah HAM. HAM ini juga salah satu ciri utama dari pikiran manusia, dalam konteks ini adalah kebersamaan pikiran/harapan suatu bangsa. Kebersaman pikiran suatu bangsa  tersebut muncul ketika bangsa tersebut mengadari bahwa kami adalah satu identitas, sebagaimana identitas orang papua. Mereka, bangsa papua memiliki satu hak/satu pikiran karena, itu adalah gambaran Tuhan yang menempatkan mereka dalam tempat khusus yang berbeda dengan bagsa lain yang juga memiliki  pikiran/hak yang mengikat kehidupan mereka, yang tidak sama dengan pikiran/hak bangsa lain pula karena setiap bangsa memiliki hak yang sama untuk membentuk suatu identitas diri, sebagaimna bangsa papua menempatka di papua dengan identitas yang sangat unik, Malanesia. 

Dengan demikian, HAK untu membentuk sebuah identitas diri suatu bangsa sebagaimana tuntutan pengakuan bangsa papua untuk mewujudkan kemerdekaan yang telah merdeka bukan berdasarkan  pro kontra antar sesama bangsa dengan mengedepankan pikiran sempit dan sifat pikiran manusia yang merugikan eksitensi kehidupan sesama, dalam konteks ini antara pemerintah Indonesia dan orang papua. HAK orang papua itu bukan diberikan oleh pemerintah Indonesia, tetapi diberikan hak  yang sama antara bangsa Indonesia-pemerintah Indonesia dengan bangsa papua-orang papua oleh pencipta, Tuhan kepada umatnya (indonesia dan papua). Begitu juga bangsa lain di dunia, terangnya. 

Tuhan memberikan HAK di setiap bangsa dalam bentuk identitas yang berbeda dengan daerah yang berbeda-beda, bertujuan untuk setiap bangsa bisa mengolah, dan memanfaatkan HAK tersebut melalui usaha-usaha bersama, yang tidak sama dengan bangsa lain untuk menemukan suatu identitas yang sejatinya untuk menemukan sebuah kehidupan yang sesungguhnya, yang Tuhan inginkan, yakni Merdeka-kebenaran karena, itu hasil usaha dengan haknya sendiri, yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Maka, tuntutan pengakuan bangsa papua yang telah merdeka terhadap pemerintah Indonesia dan PBB adalah bentuk wujud kebenaran, yang telah diberikan bersama-sama oleh Tuhan, maka  dengan seraya harus diberikan HAK tersebut kepada orang papua sendiri.  Suatu kebenaran dari Tuhan itu dengan seraya jangan disembungikan dengan berdasarkan kepentingan duniawi semata, yang membuat anda menjadi pendosa, sahut mereka.

Sebuah pertanyaannya adalah apakah NKRI-Pemerintah Indonesia berani melawang terhadap kebenaran Ketuhanan  yang diberikan Tuhan bagi bangsa-bangsa, terutama kebenaran bagi bangsa papua  yakni HAK  suatu bangsa,( yang sifatnya tidak bisa dikalahkan) untuk menentukan identitas diri bagi bangsa papua yang sejatinya untuk mewujudkan secara benar-benar nilai kebenaran dari Tuhan itu, supaya mereka (OAP) juga benar-bnar menikmati nilai kebenaran-harkat dan kondrat manusia tersebut dalam proses kehidupan mereka sebagaimana pemerintah indonesia dan anggotanya menikmati hal tersebut karena anda dan mereka  memiliki hak yang sama terhadap hukum alam, sosial dan hukum Tuhan, tanya mereka, orang papua?
Oleh: B. Degei  

BANGSA PAPUA DIINTEGRASIKAN KE DALAM NKRI, BUKAN DENGAN ORANG PAPUA





Duguwo News  - Bangsa Papua diintegrasikan ke dalam NKRI, dalam sisi apa? Apakah manusia papua? Apakah Kekayaan Alam  Papua? Ataukah manusia papua dengan Kekayaan Alam Papua? Inilah pertangaan2  mendasar utuk menjawab atas bangsa Papua diintegrasikan ke dalam NKRI!, Tanya dia.

Masa penjajaan Belanda di Indonesia bukan dengan orang Papua. Papua (orang papua)  sangat terpisah dari NKRI dalam penjajaan oleh Belanda. Walaupun, saat itupun Belanda masuk ke pulau Papua tetapi bukan bertujuan menjajah orang Papua, tetapi sebaliknya, bahwa untuk mempersiapakan SDM dan symbol-simbol Negara  Papua, paparnya.  

Lanjut dia, seusai Indonesia merdeka dan 22 Desember 1949 presiden Soekarno mengeluarkan pernyataan melalui perjanjian Konfrensi Meja Bundar di Deng Haag, bahwa di mana daerah-daerah yang bagian dari NKRI yang pernah di jajah belanda akan diintegrasikan kembali ke dalam NKRI dan untuk Papua setelah dua tahun kemudian. 

Dengan mendengarnya pernyataan Soeharto itu, maka orang belanda dengan secepatnya mempersiapkan Syarat-syarat Kemerdekaan Bangsa Papua dan akhirnya pada tahun 1961 pemerintah  Indonesia gagal digabungkan Papua ke dalam NKRI, maka saat itupula belanda mengirarkan Kemerdekaan Bangsa Papua. Maka, secara kebenaran papua bukan bagian dari NKRI, imbasnya.

Sungguhpun demikian, Papua tetap saja bagian dari NKRI, dengan mengeluarkan pernyataan Soeharto tanggal 19 Desember tahun 1961 melalui TRIKORA yakni bubarkan Negara Boneka Papua Buatan Belanda dan itu mereka bawah ke PBB untuk  menentukan bahwa apakah papua ingin bergabung ke dalam NKRI atau tidak. Akhirnya, beberapa perwakian dari papua yang hadiri pada saat itu, mereka mumututskan untuk bergabung ke dalm NKRI. Itu  tawaran pemerintah Indonesia bagi orang papua yang tidak menghargai HAK orang papua dengan cara paksaan. Padahal semua bangsa memiliki HAK yang sama untuk menentukan nasibnya sendiri, ironisnya, ironisnya. 

Memang saya mengakui bahwa bangsa papua telah menjadi bagian dari NKRI. Akan tetapi, dengan tegas mengatakan bahwa hingga sekarang, orang papua bukan hidup ke dalam NKRI tetapi kekayaan alam papua saja yang bagian dari NKRI. Pernyataan sebelum ini memang benar sekali, karena pemerintah Indonesia tahu bahwa bangsa papua telah merdeka tahun 1961, maka mereka takut untuk digabungkan orang papua ke dalam NKRI (membangun OAP), tetapi mereka dengan terpaksa berani untuk mengabungkan bangsa papua ke dalam NKRI hanya untuk mengeksploitasi kekayaan alam papua, paparnya, paparnya

Mari kita melihat fakta secara lebih jelas kehidupan Orang Asli Papua ke dalam NKRI mulai semenjak Bangsa Papua di Integrasikan ke dalam NKRI Tahun 1961, yang dinyatakan secara manipulasi, apakah kengataan tersebut di atas ini benar atau tidak! Seruh dia. Tentunya, jawabannya bukan terlepas dari kenyataan-kenyataan tersebut di atas. Dengan demikian, jawaban pemerintah indonesiapun tidak terlepas dari kenyataan-kenyataan tersebut di atas yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap Orang Asli Papua, sementara orang papua sebagai penikmat fakta-fakta negatif yang diberlakukan oleh pemerintah indonesia itu sendiri, terangnya, terangnya.  

Alternatifnya, tidak perlu cari-cari, bahwa Pengakuan Kemerdekaan Bangsa Papua yang telah merdeka Tahun 1961 merupakan sebuah alternatif sebagai jalan kebenaran antara kedua pihak (pemerintah Indonesia dan Orang Asli Papua), Imbasnya. “Tulisan di atas oleh Penulis”.