BELAJAR UNTUK KESELAMATAN MANUSIA
“Belajar
Untuk Keselamatan Orang Asli Papua” (OAP)
Degei’s
opinions—Sulit tetapi Paksa Diri karena Ku Menyadarinya
Mengampaikan suatu
masalah (peristiwa yang diamati, didengar, dirasa, diteliti, dan diraba serta
dicium) tanpa terlebih dahulu memberikan pengantar/gambaran, pendukung,
pengelurusan, penegasan, maka akan menjadi kenyatan/kebenaran yang sia-sia,
hanya rugi tenaga, waktu, dan suara kata2 anda karena hal yang tidak bisa disangkah adalah mereka tidak
mengerti yang sejatinya, malah anda membuatkan mereka “ibaratnya”, mereka
melihat bintang terang di langit tetapi bentuknya yang sebenarnya mereka tidak
tahu, artinya anda mengampaikan sesuatu hal ke mereka tetapi mereka tdk mengerti karena anda secara
spontan masuk inti masalah saja, padahal jika kita ketahui secara konferehensif
suatu masalah, ternyata ada bangak sudut pandang yang kita perlu di lihat dan
dikhususkan ke inti masalah yang akan
mengampaikan dengan memberikan gambaran/pengantar, pendukung/penegasan atas
masalahnya untuk menyadarkan mereka sehingga mereka bisa lebih mengerti baik
dan menanggapinya dengan baik, berupa hal yang tidak dikenangkan maupun yang
mengenangkan.
Dengan mengadarinya
hal sedemikian, memberikan/meneksplanasi suatu hal ke mereka/pendengar
merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi anda. Di samping anda meyadarkan
mereka dengan memberikan eksplanasi, anda pun lebih cerah dan lebih ke dalam
melihat dan memahami apa yang anda pikirkan sehingga nilai bahasa anda menjadi berkualitas,
maka pendengar akan menghormati, mempercayai dan terbuka untuk mendengarnya.
Oleh sebab itu, dalam tulisan di bawah ini tentang “Belajar Untuk Keselamatan
Manusia”, sebelumnya penulis memberikan gambaran/penjelasan yang sangat
mendukung atas hal yang akan disampaikan sebagaimana judul tersebut di atas.
Gambaran atas masalah tersebut di atas yang akan penulis sampaikan bukan berupa
kutipan, masukan, pernyataan/bercerita. Terlepas dari itu semua, adalah berupa
pertanyaaan dengan maksud penulis adalah supaya pembaca/pendengarnya bisa
langsung memperbandingkan anatar masalah dan menerima gambaran yang sangat
mendukung terhadap masalah yang penulis uraikan sehingga andapun tidak menjadi
pendengar/pembaca yang sia-sia, atau
bahasa lain anda bisa memahami maksud dari inti masalahnya secara
berkualitas. Untuk itu, mari kita
mengetahui apa itu gambaran yang penulis akan disampaikan berupa pertanyaan2an
di bawah ini!
Sebelum mengampaikan gambaran untuk mendukung atas
masalahnya yang penulis akan sampaikan, penulis terlebih dahulu memberikan arah pemikiran bahwa Belajar bukan hanya
satu sudut pandangan saja, misalnya belajar di sekolah, tetapi ada bangak hal yang kita belajar baik itu hal yg baik
maupun yang tidak baik. Dan di luar sekolah juga kita belajar dengan berbagai
sudut pandang.
Mengapa Negara
amerika selalu dikatakan di public bahwa Negara amerika adalah Negara adhi
kuasa? Mengapa Jhon Rambo telah
memenangkan dan mengelamatkan diri dan warganya pada saat warganya sedang
dipenjara di Negara Inggris? Mengapa dalam pesta demokrasi (pemilihan pemimpin anggotanya ),
ada orang yang memenangkan diri dalam
pemilihannya dengan aman? Mengapa Negara jepang
bisa buat Motor/Mobil dengan menggunakan SDM sendiri? Itu di atas adalah bahan perbandingan saja?
Apakah apa yang
mereka peroleh sebagaimana yang terdapat
dalam pertanyaan2an di atas itu dengan sendirinya datang, atau tanpa
berusah,bekerja, berpikir/tanpa belajar?
Untuk mendatangkan sebagaimana yang ada di pertanyaan2an tersebut di
atas, maka apa yang harus diupayakan orang? Itulah sebabnya penulis mengadari
dan berpikir bahwa apakah Belajar itu Penting untukku dan sesama
orang? Apa yang aku harus belajar dan
untuk itu, caranya apa?
“Sebuah pertanyaan yang sangat matang yang
perlu kita yang merasa,mengadari dan dirugikan, ditiadakan, direndahkan,
dihilangkan, ditindas, didiskriminasi, dieksploitasi pemilik sesuatunya yaitu
Orang Asli Papua (OAP), yang perlu bertanggungjawabkan dan dilaksanakan adalah
apakah masalah HAK OAP ini juga bisa terwujud dengan “Belajar”? Sekarang saatnya kita masuk
inti masalah untuk mengetahuinya dari “Belajar Untuk Keselamatan Orang &
Keselamatan Orang Papua”.
Apa si belajar?
Ada apa si
dibalik belajar?
Apakah ada untung, ada rugi setelah belajar?
Dengan pertimbangan pertanyaan2 sebaagimana
dengan tersebut di atas, bagimana dengan
OAP dalam perjuangan kebebasan HAK dari NKRI, NKRI adalah Negara yang punya pondasi yang kuat dengan Demokrasi
demi mewujudkan Pembukaan UUD 1945, Alinea ke empat tetapi sebuah pondasi secara
empiriknya ibarat sebuah barang yang disimpang di gudang, yang orang tidak bisa
melihat dan
dinikmatinya, karena yang punya barangnya
suda lupa?degeiduguwo blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar