Rabu, 16 Januari 2013

BELAJAR UNTUK KESELAMATAN MANUSIA




BELAJAR UNTUK KESELAMATAN MANUSIA
“Belajar Untuk Keselamatan Orang Asli Papua” (OAP)
Degei’s opinions—Sulit tetapi Paksa Diri karena Ku Menyadarinya
Mengampaikan suatu masalah (peristiwa yang diamati, didengar, dirasa, diteliti, dan diraba serta dicium) tanpa terlebih dahulu memberikan pengantar/gambaran, pendukung, pengelurusan, penegasan,  maka  akan menjadi kenyatan/kebenaran yang sia-sia, hanya rugi tenaga, waktu, dan suara kata2 anda karena hal yang  tidak bisa disangkah adalah mereka tidak mengerti yang sejatinya, malah anda membuatkan mereka “ibaratnya”, mereka melihat bintang terang di langit tetapi bentuknya yang sebenarnya mereka tidak tahu, artinya anda mengampaikan sesuatu hal ke mereka tetapi  mereka tdk mengerti karena anda secara spontan masuk inti masalah saja, padahal jika kita ketahui secara konferehensif suatu masalah, ternyata ada bangak sudut pandang yang kita perlu di lihat dan dikhususkan  ke inti masalah yang akan mengampaikan dengan memberikan gambaran/pengantar, pendukung/penegasan atas masalahnya untuk menyadarkan mereka sehingga mereka bisa lebih mengerti baik dan menanggapinya dengan baik, berupa hal yang tidak dikenangkan maupun yang mengenangkan.

Dengan mengadarinya hal sedemikian, memberikan/meneksplanasi suatu hal ke mereka/pendengar merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi anda. Di samping anda meyadarkan mereka dengan memberikan eksplanasi, anda pun lebih cerah dan lebih ke dalam melihat dan memahami apa yang anda pikirkan sehingga nilai bahasa anda menjadi berkualitas, maka pendengar akan menghormati, mempercayai dan terbuka untuk mendengarnya. Oleh sebab itu, dalam tulisan di bawah ini tentang “Belajar Untuk Keselamatan Manusia”, sebelumnya penulis memberikan gambaran/penjelasan yang sangat mendukung atas hal yang akan disampaikan sebagaimana judul tersebut di atas. Gambaran atas masalah tersebut di atas yang akan penulis sampaikan bukan berupa kutipan, masukan, pernyataan/bercerita. Terlepas dari itu semua, adalah berupa pertanyaaan dengan maksud penulis adalah supaya pembaca/pendengarnya bisa langsung memperbandingkan anatar masalah dan menerima gambaran yang sangat mendukung terhadap masalah yang penulis uraikan sehingga andapun tidak menjadi pendengar/pembaca yang  sia-sia, atau bahasa lain anda bisa memahami maksud dari inti masalahnya secara berkualitas.  Untuk itu, mari kita mengetahui apa itu gambaran yang penulis akan disampaikan berupa pertanyaan2an di bawah ini!

Sebelum mengampaikan gambaran untuk mendukung atas masalahnya yang penulis akan sampaikan, penulis terlebih dahulu memberikan arah pemikiran bahwa Belajar bukan hanya satu sudut pandangan saja, misalnya belajar di sekolah, tetapi ada bangak hal yang kita belajar baik itu hal yg baik maupun yang tidak baik. Dan di luar sekolah juga kita belajar dengan berbagai sudut pandang.
 
Mengapa Negara amerika selalu dikatakan di public bahwa Negara amerika adalah Negara adhi kuasa?  Mengapa Jhon Rambo telah memenangkan dan mengelamatkan diri dan warganya pada saat warganya sedang dipenjara di Negara Inggris? Mengapa dalam pesta demokrasi (pemilihan pemimpin anggotanya ), ada  orang yang memenangkan diri dalam pemilihannya dengan aman? Mengapa Negara jepang bisa buat Motor/Mobil dengan menggunakan SDM sendiri? Itu di atas adalah bahan perbandingan saja?

Apakah apa yang mereka peroleh sebagaimana  yang terdapat dalam pertanyaan2an di atas itu dengan sendirinya datang, atau tanpa berusah,bekerja, berpikir/tanpa belajar?  Untuk mendatangkan sebagaimana yang ada di pertanyaan2an tersebut di atas, maka apa yang harus diupayakan orang? Itulah sebabnya penulis mengadari dan berpikir bahwa apakah Belajar itu Penting untukku dan sesama orang?  Apa yang aku harus belajar dan untuk itu, caranya apa?

 “Sebuah pertanyaan yang sangat matang yang perlu kita yang merasa,mengadari dan dirugikan, ditiadakan, direndahkan, dihilangkan, ditindas, didiskriminasi, dieksploitasi pemilik sesuatunya yaitu Orang Asli Papua (OAP), yang perlu bertanggungjawabkan dan dilaksanakan  adalah  apakah masalah HAK OAP ini juga bisa terwujud  dengan “Belajar”? Sekarang saatnya kita masuk inti masalah untuk mengetahuinya dari “Belajar Untuk Keselamatan Orang & Keselamatan Orang Papua”.
Apa si belajar?
Ada apa  si dibalik belajar?
Apakah ada untung, ada rugi setelah belajar?
Dengan pertimbangan pertanyaan2 sebaagimana dengan tersebut di atas,  bagimana dengan OAP dalam perjuangan kebebasan HAK dari NKRI, NKRI adalah Negara  yang punya pondasi yang kuat dengan Demokrasi demi mewujudkan Pembukaan UUD 1945, Alinea ke empat tetapi sebuah pondasi secara empiriknya ibarat sebuah barang yang disimpang di gudang, yang orang tidak bisa melihat dan
dinikmatinya, karena yang punya barangnya suda lupa?degeiduguwo blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar